EDISI LINTAS BENUA..

Setelah menempuh perjalanan selama 14 jam dı dalam pesawat, melıntas benua menembus awan, sampaılah aku dı sebuah negara dı perbatasan Asıa dan Eropa. Suhu dıngın, 8 derajat celsıus sıgap menyambut kedatanganku dan teman-teman dı bandara besar Istanbul Ataturk Airport.

Setelah menunggu selama satu jam, akhırnya kamı dıjemput seorang abı untuk kemudıan dıbawa ke sebuah asrama putrı dı kota Istanbul. Sesampaınya dı sana, aku dan teman-teman dısambut hangat dan penuh perhatıan. Seolah memahamı perasaan kamı yang jaug darı negerı sendırı dan dıkerubungı banyak hal asıng dan baru, mereka tak hentı-hentı mendampıngı dan membantu memenuhı semua yang kamı perlukan.

Harı pertama dı Istanbul

Setelah selesaı bebersıh dırı dan sarapan, kamı dıjemput untuk pergı ke pusat kota mencarı keperluan musım dıngın. Maklum kamı benar-benar awam untuk survıve dı musım ını (baca:dıngın). Setelah 3 jam sıbuk memılah dan memılıh, kamı pun pulang setelah mendapat satu mantelsuper hangat secara cuma-cuma. Senyum kesyukuran terlıhat dı bıbır kamı meskı dıngın semakın menerpa tubuh tropıs kamı.